UTS Pengolahan Citra Digital Sures Mirhandani

Pertanyaan



1.    Fovea di bagian retina terdiri dari 2 jenis receptor, sebutkan dan jelaskan dua jenis receptor                   tersebut?

2.    jelaskan beberapa istilah berikut

        1.    blind spot

        2.    Subjective brightness

        3.    Brightness adaption

        4.    Sensor Pasif

        5.    Sensor aktif

3.    Uraikan perbedaan perspective prejection dan weak perspektive

4.    Jelaskan secara singkat manfaat pengolahan citra digital dalam kehidupan sehari-hari

5.    Jelaskan perbedaan model RGB, model CMY, model KIS dan model YIQ

6.    Jelaskan pengertian dan berikan contoh mengenai distorsi radiometrik dan geometrik

Jawaban



1. Lapisan bola mata yang paling dalam yaitu retina, melapisi 3/4 posterior bola mata dan merupakan awal jalur penglihatan. Dengan oftalmoskop, melalui pupil dapat terlihat bayangan retina yang diperbesar serta pembuluh darah yang berjalan pada permukaan anteriornya. Retina merupakan satu-satunya tempat di dalam tubuh dimana pembuluh darah dapat diamati secara langsung dan dievaluasi kelainan patologiknya, antara lain pada hipertensi dan diabetes mellitus. Selain pembuluh darah, terdapat beberapa struktur lain yang dapat diamati; diskus optikus (blind spot, bintik buta), tempat keluarnya nervus optikus dari bola mata, serta arteri dan vena sentralis retina yang berjalan bersama nervus optikus  

transduksi gelombang cahaya menjadi potensial reseptor. Terdapat dua jenis fotoreseptor yaitu sel batang (rod, bacili) dan kerucut (cone, coni). Pemberian nama berdasarkan bentuk segmen luar sel fotoreseptor yang terletak di antara tonjolan-tonjolan sel epitel pigmen yang berbentuk jari. Masing-masing retina mempunyai 6 juta sel kerucut dan 120 juta sel batang. Sel batang berfungsi untuk penglihatan hitam putih pada cahaya remang-remang; juga untuk membedakan bayangan gelap atau terang dan melihat bentuk dan pergerakan. Sel kerucut berfungsi untuk penglihatan warna dan ketepatan penglihatan pada cahaya terang. Sebagai contoh: pada cahaya bulan kita tidak dapat membedakan warna karena hanya sel batang yang bekerja. 

a. Sel batang (bahasa inggrisrod cell) adalah sel fhotoreceptor di dalam retina yang dapat berfungsi pada kondisi cahaya yang redup. Sel batang berlawanan dengan sel kerucut. Pada umumnya terdapat sekitar 125 juta sel batang pada mata manusia. Sel ini lebih sensitif dibandingkan dengan sel kerucut sehingga sel inilah yang bertanggung jawab terhadap penglihatan dalam gelap.

b. Sel kerucut umumnya terpusat pada fovea sentralis yaitu lekukan kecil di tengah makula lutea yang terletak tepat pada sumbu penglihatan. Fovea sentralis merupakan daerah dengan ketajaman penglihatan tertinggi karena padatnya sel kerucut pada daerah tersebut. Sel batang tidak ditemukan pada fovea dan makula dan jumlahnya meningkat kearah tepi retina. Oleh karena itu kita bisa melihat cukup baik pada malam hari kecuali bila melihat langsung ke obyek tertentu. Dari sel-sel fotoreseptor informasi diteruskan ke sel bipolar melalui lapisan sinapsis luar (lapisan pleksiform luar ) dan kemudian ke sel ganglion melalui lapisan sinapsis dalam (lapisan pleksiform dalam). Akson sel ganglion meluas ke posterior, ke diskus optikus, dan keluar dari bola mata sebagai nervus optikus. Pada daerah ini tidak terdapat sel kerucut maupun batang; kita tidak dapat melihat bayangan pada bintik buta. Dalam keadaan normal, adanya bintik buta ini tidak disadari. SEL FOTORESEPTOR



2. a. Blind spot atau yang sering disebut dengan titik buta adalah istilah, dimana pengendara tidak dapat melihat dengan baik sebuah area tersebut. Istilah blind spot sering disebut sebagai area no-zone tidak hanya berlaku untuk pengemudi mobil saja. Pengendara sepeda motor juga bisa mengalami blind spot ini karena ada bagian yang tidak terlihat maupun tidak jelas dalam penglihatan.

Secara tidak langsung, blind spot sangat mempengaruhi dalam berkendara aman di jalan, apalagi pada kondisi jalanan yang sangat padat. Karena itu, dibutuhkan kemampuan khusus yang sangat baik guna menghindarinya.



b. subjektif brightness adalah suatu permukaan ditentukan oleh dua faktor, fluks cahaya yang dipancarkan dari permukaan dan kepekaan mata dalam kondisi di mana permukaan tersebut terlihat. Sensitivitas mata sebagian dikontrol oleh kontras yang disajikan pada bidang visual, tetapi sebagian besar bergantung pada tingkat kecerahan adaptasinya.



c. Brightness adaption adalah penurunan yang jelas dalam intensitas stimulus setelah terpapar pada tingkat pencahayaan insiden yang tinggi. Misalnya, bagian dalam rumah tampak sangat redup bagi seseorang yang datang dari taman yang tertutup salju.    



d. Sensor Pasif adalah jenis sensor yang dapat menghasilkan sinyal output tanpa memerlukan pasokan listrik dari eksternal. Contohnya Termokopel (Thermocouple) yang menghasilkan nilai tegangan sesuai dengan panas atau suhu yang diterimanya.

e. Sensor Aktif adalah jenis sensor yang membutuhkan sumber daya eskternal untuk dapat beroperasi. Sifat fisik Sensor Aktif bervariasi sehubungan dengan efek eksternal yang diberikannya. Sensor Aktif ini disebut juga dengan Sensor Pembangkit Otomatis (Self Generating Sensors).



3. a. Perspective Projection  adalah proses transformasi dari koordinat 3Dworld ke 2D image, yang dilakukan berdasarkan: • Continuous Perspective Projection • optics Gambar 1.1: Intensitas Pada Gambar 1.2 proyeksi suatu koordinat 3 dimensi(X, Y, Z) ke koordinat 2 Dimensi (x, y) pada model perspective kontinu.



   b. Weak perspective (scaled orthographic projection) Merupaka efek perspektif, tetapi tidak berdasarkan skala objek secara individu, yaitu mengumpulkan titik-titik ke suatu kelompok pada sekitar.



4. Manfaat pengolahan citra adalah menunjang kebutuhan kehidupan seharisahari khususnya untuk : Memfasilitasi penyimpanan dan transmisi citra seperti menentukan metode penyimpanan citra yang efisien dalam suatu kamera digital sehingga mempercepat proses pengirim citra dari jarak jauh misalkan dari planet Mars ke Bumi. Menyiapkan untuk ditampilkan di monitor atau di cetak. Proses yang dilakukan adalah melakukan merubah ukuran citra yang harus disesuaikan dengan ukuran media tampilan serta proses halftoning untuk proses pencetakan. Meningkatkan dan memperbaiki citra dengan menghilangkan goresan-goresan pada ataupun meningkatkan visibilitas citra. Ekstrasi informasi citra misalkan character recognizing, pengukuran plusi air dari citra aerial.

5. a. Model Warna RGB Suatu citra dalam model RGB terdiri dari tiga bidang citra yang saling lepas, masing-masing terdiri dari warna utama: merah, hijau dan biru. Suatu warna dispesifikasikan sebagai campuran sejumlah komponen warna utama. Gambar dibawah menunjukkan bentuk geometri dari model warna RGB untuk menspesifikasikan warna menggunakan sistem koordinat Cartesian. Spektrum greyscale (tingkat keabuan) yaitu warna yang dibentuk dari gabungan tiga warna utama dengan jumlah yang sama, berada pada garis yang menghubungkan titik hitam dan putih.


    b. Model Warna CMY Model CMY (Cyan, Magenta dan Yellow) adalah suatu model substractive yang berhubungan dengan penyerapan warna, sebagai contoh pigment warna cat (seperti pada gambar diatas sebelah kanan). Suatu permukaan yang dicat warna cyan kemudian diiluminasi sinar putih, maka tidak ada sinar merah yang dipantulkan, dan similar untuk warna magenta dengan hijau, dan kuning dengan biru. 


    c. Model Warna HSI Sebagaimana yang sudah dijelaskan, warna juga dapat dispesifikasikan oleh tiga kuantisasi hue, saturation, intensity (disebut model HSI) seperti pada gambar diabawah. Pada gambar sebelah kiri merupakan bentuk solid HSI dan sebelah kanan adalah model segitiga HSI yang merupakan bidang datar dari pemotongan model solid HSI secara horisontal pada tingkat intensitas tertentu. Hue ditentukan dari warna merah, saturation ditentukan berdasarkan jarak dari sumbu. Warna pada permukaan model solid dibentuk dari saturasi penuh, yaitu warna murni, dan spektrum tingkat keabuan,

    d. Model Warna YIQ Model warna YIQ (luminance-inphase-quadrature) merupakan pengembangan dari model warna RGB untuk peningkatan mutu warna pada pemrosesana warna pada sistem video dengan formulasi conversi 


6. a. Transformasi Geometrik adalah transformasi berdasarkan perpindahan geometrik suatu titik. Transformasi ini terdiri dari translasi, skala dan rotasi. Gambar 3.2 adalah contoh dari masing-masing transformasi geometrik untuk model 2 dimensi


   b. Secara umum, transformasi geometrik ini dilakukan melalui proses perkalian dengan matriks transformasi.






Komentar